Friday, 21 February 2014

Cahayamu yang seketika menghilang


Cahayamu yang seketika menghilang

Disaat semua kebahagiaan telah hilang,kini tinggalah sebuah kenangan. Hanya menjadi cerita antara kita berdua. Namun ceritaku tak seindah mentari di pagi hari yang hanya bersinar sesaat. Engkau jadikan hariku lebih baik. Kau berikan kebahagian di awal pertemuan tetapi seketika kau menghilangkan semuanya.


Mentari di pagi hari begitu indah ketika terbit,namun dia seakan cepat menghilang. Sama seperti kita yang hanya indah ketika waktu terbit rasa saling menyayangi,namun semuanya menghilang  ketika tiada lagi kesetiaan.

Ketika aku terbangun melihat sang mentari pagi,rasa gembira mulai menghampiriku.  Sinar terang cahayamu membuat aku bersemangat. Dengan senyuman serta nikmat yang telah diberikan oleh sang maha kuasa ini akan menjadi bekal untukku melalui hari ini. Kau yang disana telah menunggu dengan setia dan aku menghapirimu dengan rasa senang. Namun entah mengapa dirimu mulai berubah seperti biasanya. Seorang kamu yang dulu menjawab sapaanku kini hanya terdiam terbisu melihat dan seketika menjauhiku. Aku tak mengira akan terjadi hal seperti ini,aku hanya berpikir dan berpikir dengan apa yang telah aku perbuat.


Kita telah melaluinya dengan sesama. Rasa percaya satu sama lain. Aku percaya kamu begitu juga kamu. Dengan sebuah sifat sederhana yang kita berdua miliki ini,kami dapat bertahan. Tapi mengapa seketika berubah...


0 comments:

Post a Comment